Langsung ke konten utama

Menjadikan Rosullah sebagai Suri Tauladan hidup kita, di Musholla Al-Muttaqin, RW.10 Kel. Baru

Gambar terlihat disebelah kanan adalah bapak H. Tandanan Daulay, selaku ketua RW.10

Sabtu. 27 November 2021. Ba’da Magrib hujanpun turun agak besar, namun setelah bada isya, Alhamdulilah, hujan sudah agak redah walau masih  rintik-rintik, maka  saya pun bergegas dan bersiap-siap untuk berangkat menghadiri acara  Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, di Musholla Baitul Muttaqin yang berlokasi di jalan Sawo kelurahan baru Jakarta timur, acara ini dimulai pukul 20.00 s.d. 22.30,  sebagai pemandu acara  adalah bapak Sayuti, yang diawali dengan pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW yang iringi dengan TIM Hadroh kelurahan baru.  Pada kegiatan maulid ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi   Anak Betawi  (FORKABI) Dprt Kel Baru bekerja sama dengan Musholla Al Muttaqin

 “Assalamualaikum.  Sayuti mengucapkan salam. “Walaikumussalam wr.wb. Hadirin menjawab salam dari pemandu acara.  “Suasana didalam Musholla tenang, tidak ada satupun yang berbicara, setelah diawali dengan pembukaan, dan penghormatan kepada yang sudah datang,  maka dilanjutkan kalimat pembuka oleh pembawa acara,  dan penghormatan kepada penceramah  yang akan mengisi  maulid Nabi pada malam ini, para Kiyai dan Asatidz, para pejabat, tokoh masyarakat, karang taruna kelurahan baru  dan forkabi baik dari kecamatan  pasar rebo, maupun dari wilayah yang lainya  serta hadirin yang telah mengikuti acara ini.

Acara selanjutkan  adalah pembacaan kalam ilahi yang dibacakan  oleh Ust Sholeh denga suara emasnya yang mengetarka jiwa bagi yang mendengarkanya, beliau   telah membacakan  Q.S Ali Imran: 144 dan surat Al-Ahzab ayat: 56.

Dilanjutkan dengan  acara sambutan-sambutan, sambutan pertama disampaikan oleh ketua panitia sekaligus sebagai ketua Forkabi bapak Dadang Junaedi, beliau menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar – besarnya kepada para ulama, tokoh masyarakt, para donator, karang taruna Kelurahan baru,  baik moril mapun materil sehingga acara maulid nabi Muhammad SAW dapat terlaksana, dengan rencana anggaran Rp 15.000.000, namun yang terkumpul lebih dari itu, Alhamdulillah, ujar Dadang.

Dan melanjutkan sambutannya, bahwa Forkabi ini memilik Legalitas yang Resmi,  yang  memiliki anggota 100 orang lebih dan yang  menjadi  tujuan dibentuknya Forkabi ini adalah sebagai ajang silaturrohmi, biar tidak mati obor,  penerus generasi anak Betawi,  ingin mengabdi kepada masyarakat sebagai penduduk asli dan untuk melestarikan budaya adat istiadat Betawi agar tidak punah. Dadang melanjutkannya.

Terlihat juga KH Syaroni (penceramah). Ust.H Asmad, Ust. Suryadi. DKM Masjil Al-Jadid. DKM Masjid Ar-Rohman, DKM Masjid Al-Furqon,  Ketua RW.10 . H. Tandanan Daulay, MM, tokoh masyarakat Betawi, H. Suherman, ketua RT.003 H. Mardani, ketua DPC Forkabi Pasar Rebo  Budi Hartono, karang taruna Kelurahan baru, Satpol PP, dan Babinsa.

Sambutan kedua disampaikan oleh ketua Musholla Al-Muttaqin sekaligus ketua Rt.003 H. Mardani, dalam sambutannya mengatakan mengucapkan terima kasih kepada Forkabi yagn telah eksis dan sukses mengadakan kegiatan maulid pada malam  hari ini, sekaligus beliau menggambarkan  anak Betawi dimasa generasinya, “bahwa banyak dikelurahan baru yang menjadi orang penting baik sebagai ulama maupun sebagai umaro, namun saat ini generasi saat ini agak redup, namun dengan adanya forkabi insya allah bisa bangkit lagi kedepan,  dan bisa mengambil peran penting dalam masyarakat, oleh karena itu kita harus bermasyarakat, ujar H. Mardani , dan menutup  ucapannya dengan maqolah mengatakan

 

Man Jadda wajada, barang siapa yang sungguh-sungguh pasti bisa, begitu pula Forkabi insya allah semua yang menjadi program atau target kedepan bisa tercapai, amiin YRA.

Sambutan yang ketiga adalah, tokoh Betawi yang sudah dikenal dan sangat aktif dilingkungan masyarakat maupun di kelurahan baru sejak dahulu, yaitu bapak H. Suherman,  beliau menyampaikanya sangat singkat  dan padat,  beliau dalam sambutannya mengajak untuk merajut kebersamaan walau berbeda lokasi, generasi Betawi yang sudah mengukir kebaikan dimasyarakat, lingkungan jangan dinodai dengan sikap atau tingkah kita sendiri, ujar beliau,

H. Suherman melajutkan, bahwa Forkabi ini baru berjalan 1.5 tahun tapi sudah bisa menunjukan kinerja yang  baik, diantaranya melaksanakan kegiatan Baksos dan peringatan agama seperti pada acara malam hari ini, diapun mengajak untuk merenung kepada forkabi, bahwa kita harus meningkatkan kebersamaan, jangan cuek, kenapa?” coba kita perhatikan bahwa orang Betawi saat ini yang tinggal di wilayah kita, hanya 30 %, yang lain sudah pada pindah, kalau bukan kita yang perduli  dan tidak mau kompak siapa lagi yang mau melestarikan budaya kita. Kata H. Suherman dengan tegasnya Sambutan ke empat, disampaikan oleh Ketua RW.10 kel. Baru Bpk H. Tandanan Daulay, MM, beliau memberikan dukungan kepada adik-adik Forkabi dalam mengembangkan nilai-nilai budaya Betawi di kelurahan baru ini dan beliaupun menjelaskan tentang keberhasilan dilingkungan RW.10 terbentuknya saluran air agar terbentuknya sanita lingkungan yang asri dan nyaman, dan merencanakan kedepan sekaligus untuk mengaspal jalan diatas saluran air yang dibuat agar lebih rapi,  “ujar ketua RW.10

Sambuatan ke lima adalah ketua DPC Forkabi Kecamatan pasar rebo, Bang Budi Hartono, dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa Forkabi sudah menjalin silaturrohmi kepada setiap Lembaga, baik dari kepolisian atau TNI dalam hal ini adalah Kopasus, dll, bahwa Fokabi sudah diberi dukungan  dengan Lembaga terkait, harapan semoga Forkabi bisa mengepas sayapnya dalam menebar kebaikan terhadap sesama, dan bisa melestarikan budaya Betawi tentu kita bisa saling bergandengan tangan memperkuat barisan, menyamakan visi dan misi kedepan,

Setelah acara sambutan-sambutan, kita masuk kepada acara inti  yang bertemakan, “Menjadikan  Rosulullah sebagai Tauladan kita semua” baik sebagai presiden, ulama,  pejabat, tokoh masyarakt, ayah, kakek, gererasi muda, dll.

Peceramah kali ini sangat kental dengan Bahasa betawinya, walaupun  beliau Betawi campuran, ibunya Betawi bapaknya sunda, namun lama dilingkungan Betawi. “ ujar KH. Syahroni, beliau tinggal di kampung melayu, dengan gaya ceramah yang sederhana, membuat jamaah terpingkal-pingkal dibuatnya alias kenceng wajah, kenceng perut, ya, karena tertawa terus, hee, isi ceramahya sederhana tapi mudah dipahami,  dari banyak isi penceramah yang disampaikan,  maka penulis mengambil materi yang menarik untuk dibahas dan dikaji lebih dalam lagi  karena banyak pencermah yang lain yang jarang dibahas, yaitu: “HIKMAH MAIN GAPLEK”, ternyata main gaplek itu ada  hikmahnya, ayu Sekarang kita renungkan sejenak, jangan negative dulu, kenapa saya bisa menerangkan ini ?”Karena dulu saya juga pemain gamplek, “kata beliau sambil bercanda.

Pertama : Kebersamaan, jadi kalau main gaplek harus bersama2, alias kompak, Kedua : Keadilan, jalanya satu persatu,sesuai urutan, jika kalah ya, rela dicoret dan ngocok Ketiga    : Kedermawana, saling berbagi supaya jalan terus tidak dikunci Keempat: Jenius (Visioner) mengedepankan budaya baca, liat atas, liat bawah, bagaimana kedepanya apakah gua mati atau bisa jalan terus. Kelima  : Tekun, kalau sudah betah tidak mau mingser alias pulang. keenam : Ilmu tauhid. Ada kartu 00 (takwakal), kartu 01, Allah, kartu 02, syahadat, kartu 03, Iman, Islam dan ihsan, kartu 04 mengikuti karakter sifat pemimpin ( siddig, amanah, tablig dan fathonah), kartu 05 Islam, kartu 06, rukun Iman

Diakhir penceramahnya KH. Syahroni, meminta jama’ah untuk memperbanyak Tasbih, Dzikir ( Ya. Jabbar ya Qohhar ) atau membaca (Ya, Hayyu ya, Qoyyum)

Sebagai Al-faqir ingin menambahkan Jika Forkabi ingin eksis di MASA DEPAN maka  harus meningkatkan KEIMANAN,  jalin KEBERSAMAAN, tunjukan KEMAMPUAN, saling BERGANDENGAN TANGAN tingkatkan KEDERMAWANAN, ciptakan KEADIALAN, memiliki VISIONER KEDEPAN, salam sukses untuk FORKABI

Setelah mendengarkan ceramah maka acara maulid ini ditutup dengan pembacaan Doa Oleh Ust. H. Asmat sebagai tokoh masyarakat

Demikianlah sekelumit tulisan sederhana ini saya buat, tentang gambaran kegiatan Maulid Nabi yang laksanakan oleh  Forkabi di kelurahan baru, Semoga tulisan ini sebagai inpirasi untuk meningkatkan kualitas (SDM) dan kuantitas (Jumlah anggota), serta membuat program-program yang mampu mengedukasi dan bermanfaat bagi Masyarakat khususnya di kelurahan baru umumnya di kecamatan pasar rebo. 

Komentar